Desa Banjaran Gelar Guar Bumi, Wujud Syukur atas Hasil Panen dan Lestarikan Adat Leluhur
KEGIATAN DESA
03 November 2025 Dilihat (1036) Komen (0)

Desa Banjaran Gelar Guar Bumi, Wujud Syukur atas Hasil Panen dan Lestarikan Adat Leluhur

Banjaran, 1 November 2025 – Masyarakat Desa Banjaran, Kecamatan Sumberjaya, hari ini larut dalam suasana khidmat dan meriah dalam penyelenggaraan tradisi tahunan Guar Bumi. Acara yang dipusatkan di halaman Kantor Desa ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan adat sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil bumi dan keselamatan warga desa.
​Tradisi Guar Bumi yang jatuh tepat pada hari Sabtu, 1 November 2025, ini dihadiri oleh ribuan warga, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta perwakilan dari pemerintah daerah. Kegiatan dimulai sejak pagi dengan prosesi arak-arakan hasil bumi yang dibawa oleh warga dari berbagai dusun menuju lokasi utama.
​Pesan Syukur dan Kebersamaan
​Kepala Desa Banjaran, Hj. Susilo Purnawati Agustin, dalam sambutannya menekankan pentingnya melestarikan Guar Bumi sebagai warisan budaya tak benda.
​"Guar Bumi adalah cerminan dari akar budaya kita, tempat kita berkumpul, bersyukur atas panen yang melimpah, dan memanjatkan doa bersama untuk musim tanam berikutnya. Ini adalah momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan semangat gotong royong di Desa Banjaran," ujarnya.
​Rangkaian acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, memohon keberkahan dan perlindungan bagi seluruh warga desa dan lahan pertanian. Selanjutnya, dilakukan ritual seserahan tumpeng raksasa dan hasil bumi yang berisi aneka palawija, buah-buahan, dan hasil panen lainnya.
​Seni dan Budaya Semarakkan Acara
​Kemeriahan Guar Bumi Desa Banjaran semakin terasa dengan penampilan seni dan budaya tradisional. Panggung utama menyajikan pertunjukan Wayang Kulit, Kesenian Lokal, dan tarian adat yang berhasil memukau hadirin. Anak-anak hingga lansia tumpah ruah menyaksikan setiap sesi acara yang berlangsung hingga sore hari.
​Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ritual tahunan semata, tetapi juga menjadi pengingat bagi masyarakat Desa Banjaran untuk selalu menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya alam, khususnya air dan lahan pertanian, sebagai penopang kehidupan.
​Penutupan Guar Bumi ditandai dengan pagelaran Wayang Kulit dan Makan Bersama yang mana seluruh makanan yang dibawa oleh warga dibagikan dan dinikmati bersama-sama, melambangkan kebersamaan dan rezeki yang dibagi rata. (Ndoy.red/)


Bagikan:



0 Komentar

Kirim Komentar